Sidoarjo, Kampus Ursulin, Sanmaris – Kamis, 5 Agustus 2026. Dalam kegiatan pembelajaran tema "Diri Sendiri", subtema "Tubuhku", dengan sub-subtema "Panca Indera Perasa", anak-anak TK B mengikuti serangkaian kegiatan yang menyenangkan dan bermakna untuk mengenal fungsi indera perasa, yaitu lidah.

Pembelajaran diawali dengan mengenalkan bagian-bagian lidah beserta berbagai rasa yang dapat dikenali oleh indera perasa. Guru menjelaskan secara sederhana bahwa lidah membantu kita merasakan berbagai macam cita rasa pada makanan dan minuman. Anak-anak juga diajak berdiskusi mengenai makanan atau minuman yang sering mereka konsumsi dan rasa yang dapat mereka rasakan ketika makanan tersebut menyentuh bagian tertentu pada lidah.
Agar pembelajaran lebih bermakna, anak-anak melakukan praktik mencicipi berbagai macam rasa. Mereka mencoba makanan dan minuman yang mewakili rasa manis, seperti gula, susu, madu, dan biskuit Oreo; rasa asin, seperti cheese ball, garam, dan keju; serta rasa pahit dan asam, seperti kopi, tomat, lemon, dan jeruk nipis. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak mengamati, mencicipi, kemudian menyebutkan rasa yang mereka rasakan dengan penuh antusias.

Setelah kegiatan praktik, anak-anak menuangkan hasil pengamatannya melalui kegiatan menggambar tiga macam makanan atau minuman yang memiliki rasa manis dan tiga macam makanan atau minuman yang memiliki rasa asin. Kegiatan ini membantu mereka mengingat kembali pengalaman belajar sekaligus melatih kreativitas dan kemampuan mengomunikasikan hasil pengamatan.
Sebagai penutup, anak-anak menikmati kentang goreng dengan menambahkan garam secukupnya sesuai takaran. Melalui kegiatan sederhana ini, guru mengajak anak-anak memahami bahwa penggunaan garam perlu dilakukan dengan bijaksana. Garam yang terlalu sedikit akan membuat makanan terasa hambar, sedangkan garam yang berlebihan kurang baik bagi kesehatan. Dengan demikian, anak-anak belajar bahwa mengonsumsi makanan dengan takaran yang tepat merupakan bagian dari kebiasaan hidup sehat.

Melalui rangkaian kegiatan ini, anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan karena dapat mengamati, mencoba, dan merasakan secara langsung berbagai jenis rasa. Pembelajaran tidak hanya memperkaya pengetahuan mereka tentang fungsi indera perasa, tetapi juga mengembangkan kemampuan mengamati, berkomunikasi, berpikir kritis, serta membiasakan pola makan yang sehat. Dengan belajar melalui pengalaman nyata, konsep tentang panca indera menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
Penulis: Hilda Verita (Guru KB-TK Santa Maria Sidoarjo)