News &
Updates

News Image

Share

Guruku adalah Guru Pembelajar
11 Februari 2025

 

Sidoarjo, Kampus UrsulinSanmaris, Sabtu 7 Desember 2025 lalu, Yayasan Paratha Bhakti mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh para guru. Hal yang berbeda pada pertemuan ini adalah kali ini pertemuan kami belajar bersama Universitas Widya Mandala Surabaya. Tujuan dari adanya acara tersebut adalah agar kami para guru dibekali dengan kemampuan berbahasa secara tulis lebih baik lagi. 

Pihak Universitas Widya Mandala membagikan ilmu langsung bersama dengan guru besar yakni, Ibu Prof. Dr. Anita Lie, M.A., Ed.D dan Ibu Dr. Rida Afrilyansanti, M.Pd. Keseluruhan materi dibawakan dengan baik oleh kedua narasumber yang mahir di bidangnya masing-masing. Pada sesi pertama, para guru belajar mengenali karakteristik para siswa berdasarkan generasinya. Sesi pertama menunjukkan bahwa saat ini, kami para guru dihadapkan dengan gen a (generasi alpha) yang memiliki karakteristik yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Perbedaan itu menyadarkan kami para guru untuk berinovasi sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh siswa. 

Sesi selanjutnya dipimpin oleh Dr. Rida Afrilyasanti, M.Pd dengan materi Penelitian Tindakan Kelas. Sebelum mengikuti sesi kedua, ada perasaan bahwa sesi ini akan membuat kami merasa jenuh karena topik pembahasan yang berat. Namun, tidak dengan pembicara yang satu ini. Pembicara mampu membangkitkan suasana dan meningkatkan daya belajar kami para guru meskipun materi yang dibawakan mengenai suatu penelitian yang tentu sejak menyelesaikan jenjang pendidikan perguruan tinggi, kami belum melakukannya kembali. 

Ibu Rida menyampaikan bahwa Penelitian Tindakan Kelas bukanlah suatu penelitian yang rumit. Beliau menambahkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas dapat dilakukan dengan melibatkan siswa, mengamati perkembangan siswa pada suatu subjek pembelajaran, atau peningkatan kemampuan siswa dalam fisik motorik. Beliau juga mengingatkan bahwa selama pengamatan hal yang tidak boleh dilupakan adalah mencatat setiap perubahan yang ada serta merefleksikannya. 

Melalui pembelajaran tersebut, saya melihat bahwa ternyata kami para guru sebenarnya sudah melakukan penelitian setiap harinya, hanya saja dalam penelitian tindakan kelas perlu adanya penulisan secara terstruktur. Ini pengalaman yang luar biasa bagi saya, menurut kalian bagaimana? 

Oleh: Bella Monica Saraswat